Pendidikan

Diagram Batang Tegak

Diagram Batang Tegak – Representasi data statistik dengan menggunakan gambar dalam bentuk balok atau batang disebut diagram batang. Batang-batang tersebut dapat ditampilkan secara vertikal (vertical bar chart) atau secara horizontal (horizontal bar chart), tetapi jarak antara satu batang dengan batang lainnya diberikan, sehingga posisi setiap batang tampak terpisah. Bagan batang juga dilengkapi dengan skala sehingga nilai data dapat dibaca dari tabel. Sebagai contoh, data jumlah TV untuk suatu wilayah dari tahun 2003 hingga 2007 disajikan dalam diagram batang, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 di bawah ini.

Diagram batang (baik vertikal maupun horizontal) pada Gambar 2 di atas disebut diagram batang tunggal. Selain satu grafik batang, ada dua grafik batang lainnya, yaitu:

Diagram Batang Tegak

Gambar 3a menunjukkan diagram batang gabungan yang menunjukkan jumlah jam pelajaran matematika, biologi, fisika, dan kimia untuk siswa sekolah menengah kelas X atau XI dan XII dalam kurikulum IPA. Grafik batang komposit atau multipel juga dikenal sebagai grafik batang komparatif. Karena mi diagram biasanya digunakan untuk membandingkan 2 data atau lebih.

Kelas09_mudah Belajar Matematika_nuniek By S. Van Selagan

Gambar 3b adalah histogram bertingkat yang menunjukkan jumlah buku yang dicetak oleh sebuah penerbit untuk SD, SMP, dan SMA dari tahun 2004 hingga 2007. Histogram bertingkat juga disebut histogram hierarkis.

Data yang disajikan dalam bentuk garis lurus disebut grafik garis atau grafik garis. Grafik garis ini sering digunakan untuk menyajikan data secara berurutan yang diperoleh dari pengamatan dari waktu ke waktu.

Grafik garis digambar pada bidang Cartesian. Sumbu X ditempati oleh waktu pengamatan, dan sumbu Y ditempati oleh nilai data yang diamati.

Sebagai contoh, di tempat parkir akan diamati jumlah kendaraan yang parkir pada interval waktu tertentu. Misalnya, jumlah kendaraan yang parkir setiap dua jam sekali dari pukul 06.00 sampai 18.00 ditunjukkan pada Tabel 2.

Tentukan Banyak Siswa Yang Memperoleh Nilai Pada Diagram Batang Berikut, Kunci Jawaban Matematika Kelas 5 Sd

Dengan mengambil sumbu X sebagai sumbu waktu dan sumbu Y sebagai sumbu nomor kendaraan, maka data pada Tabel 2 direpresentasikan dengan titik-titik pada bidang Cartesian seperti pada Gambar 4. Selanjutnya jika dua titik yang berdekatan masing-masing dihubungkan oleh garis lurus , diperoleh garis lurus seperti pada Gambar 4.

Selain dibaca dan ditafsirkan, diagram garis dapat digunakan untuk memperkirakan nilai yang tidak diketahui. Dalam memperkirakan nilai yang tidak diketahui ini, ada dua metode, interpolasi linier dan ekstrapolasi linier.

Interpolasi linier adalah metode menafsirkan atau memperkirakan nilai data antara dua titik yang berdekatan.

Misalnya, diagram garis pada Gambar 4 dapat memperkirakan berapa banyak kendaraan yang diparkir pada pukul 07.00, 09.00, 11.00, dst.

Bagan, Grafik, Statistik, 3d, Bagan Batang, Batang, Diagram, Batang, Png

Ekstrapolasi linier adalah metode memperkirakan atau memperkirakan nilai data yang terletak di belakang titik data terakhir yang diketahui. Ekstrapolasi ini dapat dilakukan dengan memanjangkan garis arab ke kanan atas atau kanan bawah, tergantung trend nilai data sebelumnya. Misalnya, dengan menggunakan diagram garis pada Gambar 4, Anda dapat memperkirakan berapa banyak kendaraan yang diparkir pada pukul 20.00, pukul 22.00, dll.

Representasi data statistik menggunakan gambar dalam bentuk area lingkaran disebut diagram lingkaran. Area yang dikelilingi dibagi menjadi beberapa sektor atau sektor. Jumlah sektor dalam lingkaran mewakili jumlah informasi data yang akan disajikan, dan besar sudut sektor sebanding dengan nilai data yang disajikan.

Pada tahun 2006 jumlah siswa di suatu desa mencapai 180 orang dengan kondisi khusus: 90 siswa SD, 50 siswa SMA, 30 siswa SMA, dan 10 siswa SMK. Jika data siswa akan disajikan dalam diagram lingkaran, sudut setiap sektor lingkaran telah ditentukan sebelumnya seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Dalam sebuah penelitian, banyak pengamatan atau beberapa pengukuran sering diperlukan. Akibatnya, data dengan ukuran besar diperoleh.

Penyajian Data Dalam Diagram: Jenis, Pembahasan, Contoh Soal

Volume data yang besar ini dapat disederhanakan dengan mengidentifikasi banyak observasi yang sama (frekuensi) atau banyak observasi yang berada dalam interval tertentu.

Selain itu, pengamatan yang sama atau pada interval tertentu disajikan dalam bentuk tabel beserta nilai frekuensinya. Tabel semacam itu disebut tabel distribusi frekuensi atau tabel distribusi frekuensi. Ada dua jenis tabel distribusi, yaitu:

Untuk membuat tabel distribusi frekuensi dari sekumpulan data yang sangat besar, akan lebih mudah jika terlebih dahulu mengelompokkan data tersebut ke dalam beberapa kelas atau kategori. Setelah data terkumpul, tentukan jumlah (frekuensi) nilai data pada masing-masing kelas.

Tabel distribusi yang dibuat dengan demikian disebut tabel distribusi frekuensi berkerumun. Contoh tabel distribusi gabungan ditunjukkan pada Tabel 4.

Menyajikan Data Dalam Bentuk Diagram Garis

Data yang terdiri dari 100 observasi pada Tabel 4 dibagi menjadi enam kategori yaitu, 71-80 untuk level pertama, 81-90 untuk level kedua, 91-100 untuk level ketiga, 101-110 untuk level keempat, 111 -120 untuk level kelima, dan 121 untuk level keenam -130 level.

Batas kelas didefinisikan sebagai titik akhir yang terdapat di dalam kelas. Nilai batas bawah derajat disebut batas bawah derajat, dan nilai batas atas derajat disebut batas atas derajat.

Untuk data yang diperoleh dari pengukuran yang akurat hingga satuan terdekat, margin kelas ditentukan sebagai berikut.

Jika setiap kelas memiliki panjang yang sama, maka panjang kelas adalah selisih antara tepi atas dan bawah

Perhatikan Diagram Batang Tegak Berikut!

Titik tengah suatu kelas adalah nilai yang dapat dianggap mewakili kelas tersebut. Titik tengah kelas, juga dikenal sebagai titik tengah kelas atau rata-rata kelas, didefinisikan di bawah ini.

Nilai kelas, batas kelas, margin kelas, interval kelas, dan titik tengah kelas Tabel 4 ditunjukkan pada Gambar 6 .

Sebelum menyusun tabel distribusi frekuensi grup, data harus diurutkan dari kecil ke besar.

Data yang dipilih dengan cara ini disebut statistik klasifikasi atau statistik klasifikasi. Dan statistik jangkauan dapat diberi nilai referensi minimum, yang disebut statistik minimum, yaitu X

Ejercicio De Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Batang Tunggal

Tentukan banyak kelas. Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kelas, salah satunya adalah dengan menggunakan aturan umum Sturgess, sebagai berikut:

Gunakan sistem turus untuk menentukan frekuensi tiap kelas. Kemudian tabel distribusi frekuensi disusun dan disusun seperti pada Tabel 4.

Untuk melihat cara membuat atau menyusun tabel distribusi frekuensi berkelompok yang diperoleh dan data mentahnya, perhatikan contoh berikut.

Jika panjang kelas adalah 9mm, dan nilai statistik minimum ditetapkan sebagai batas bawah kelas (tidak harus demikian), maka diperoleh kelas dan titik tengah kelas:

Histogram Adalah Penyajian Distribusi Frekuensi Menggunakan Gambar Yang Berbentuk Diagram Batang

Dengan tabel distribusi frekuensi yang dikelompokkan, kita dapat menyusun tabel distribusi frekuensi kumulatif. Ada dua tabel distribusi frekuensi kumulatif yang dikenal, yaitu:

Frekuensi kumulatif kurang dari (fk kurang dari) didefinisikan sebagai jumlah frekuensi semua pengamatan di setiap kelas yang kurang dari atau sama dengan nilai ujung atas. Frekuensi kumulatif kecil, dilambangkan dengan f

Frekuensi kumulatif lebih dari (fk lebih dari) didefinisikan sebagai jumlah frekuensi semua pengamatan di setiap kelas yang lebih besar atau sama dengan nilai marjinal yang lebih rendah. Frekuensi kumulatif atas u dilambangkan dengan f

Sebagai ilustrasi, dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi berkelompok pada Tabel 5 menghasilkan tabel distribusi frekuensi kumulatif. Tabel distribusi frekuensi kumulatif tidak ada, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 6a. Tabel distribusi frekuensi kumulatif ditunjukkan pada Tabel 6b.

Dalam Rajah 3, Pq Dan Rst Ialah Dua Batang Tiang

Selain frekuensi kumulatif absolut yang disebutkan di atas, seringkali kita perlu menghitung nilai frekuensi kumulatif relatif dan nilai observasi yang lebih kecil atau lebih besar dari ambang batas tertentu. Frekuensi kumulatif relatif biasanya dinyatakan sebagai persentase (%) dan ditentukan oleh aturan berikut:

Data statistik yang telah diolah menjadi tabel distribusi frekuensi atau tabel distribusi frekuensi kumulatif juga dapat digambarkan dalam bentuk grafik. Pemetaan grafik dan tabel distribusi frekuensi disebut histogram, dan histogram ini kemudian dapat digambar sebagai poligon frekuensi. Di sisi lain, grafik dan tabel distribusi frekuensi kumulatif disebut ogives atau ogives.

Sebagai ilustrasi, lihat kembali Tabel 5 Tabel Jalur Distribusi Frekuensi Grup. Tabel distribusi frekuensi grup dapat ditampilkan menggunakan histogram, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 7.

Juga, jika Anda menghubungkan titik tengah dan tepi atas persegi panjang pada histogram, Anda mendapatkan grafik garis. Grafik garis yang dihasilkan disebut poligon frekuensi dan ditunjukkan pada Gambar 8.

Kak Abang Bantu Akulah 3.perhatikan Diagram Batang Tegak Berikut 4.perhatikan Diagram

Perhatikan bahwa untuk histogram yang diperoleh dan tabel distribusi frekuensi cluster, lebar setiap persegi panjang dikelilingi oleh tepi atas dan bawah dan setiap kelas.

Seperti disebutkan sebelumnya, tabel distribusi frekuensi kumulatif (kurang dari u atau lebih dari u) juga dapat digambarkan dengan grafik. Caranya adalah dengan meletakkan nilai margin kelas pada sumbu horizontal (sumbu X) dan nilai frekuensi kumulatif pada sumbu vertikal (sumbu Y). Jika Anda menghubungkan titik-titik yang diperoleh (yaitu pasangan nilai tepi kelas dengan nilai frekuensi kumulatif) dengan garis lurus, Anda akan memiliki grafik garis yang disebut poligon frekuensi kumulatif. Namun, jika Anda menghubungkan titik-titik dengan kurva halus, Anda mendapatkan kurva frekuensi kumulatif. Kurva frekuensi kumulatif ini disebut ogive, dan terlihat seperti huruf S.

Sebagai ilustrasi, perhatikan kembali tabel distribusi frekuensi kumulatif (kurang dari dan lebih besar dari dan) pada Tabel 6a dan Tabel 6b. Untuk kenyamanan, tabel ditulis ulang sebagai berikut.

Poligon frekuensi kumulatif untuk tabel ini ditunjukkan pada Gambar 9a, sedangkan untuk tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih banyak dari yang ditunjukkan pada Gambar 9b

Macam Macam Diagram, Pilih Sesuai Kebutuhan

Tabel distribusi frekuensi kumulatif memiliki kurva frekuensi kumulatif yang lebih sedikit, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 10a, dan kurva mi disebut sudut tajam positif. Pada saat yang sama, tabel distribusi frekuensi kumulatif memiliki lebih banyak kurva frekuensi kumulatif, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 10b, dan kurva ini disebut ogif negatif. Cara Membaca Peta, Tabel dan Grafik – Perlu kita ketahui bahwa beberapa data atau informasi sebenarnya dapat disajikan dalam bentuk grafik. Grafik yang biasa digunakan adalah diagram batang dan diagram lingkaran.

Batang tegak, cara membuat diagram batang, buat diagram batang, diagram batang, cara membuat diagram batang di word, membaca diagram batang, aplikasi membuat diagram batang, diagram batang maker, membuat diagram batang online, buat diagram batang online, diagram batang online, membuat diagram batang

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button