Pendidikan

Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel Statistika

Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel Statistika – Seperti yang kita ketahui, mendefinisikan data dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menampilkan data dalam bentuk grafik.

Menampilkan data berupa gambar sebagai alat untuk menampilkan data statistik yang dapat berupa gambar atau simbol.

Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel Statistika

Dengan demikian, pengertian dari gambar itu sendiri adalah rangkaian gambar yang memperlihatkan data secara jelas dan tergantung dari apa yang dilihat tadi dan tabel yang dibuat tadi.

Cara Membuat Diagram Lingkaran Dari Tabel

Penyajian data dalam bentuk grafik dirancang agar informasi yang penting bagi pengguna dapat ditemukan dengan mudah dan cepat.

Secara umum, penyajian data dalam grafik yang paling umum digunakan adalah menampilkan data dalam bentuk bagan batang, lingkaran, garis, dan pohon.

Sebuah grafik batang, juga dikenal sebagai grafik batang, adalah data dalam bentuk persegi panjang dengan lebar yang sama dan memiliki skala atau ukuran.

Diagram lingkaran adalah data yang ditampilkan dalam bentuk lingkaran yang dibagi menjadi beberapa bagian (bagian) yang berbeda sesuai dengan datanya.

Penyajian Data Dengan Tabel

Setiap bagian mendefinisikan sekelompok data yang pertama-tama akan diubah menjadi derajat menggunakan busur derajat yang dinyatakan sebagai persentase.

Penyajian data dalam bentuk pie chart berdasarkan lingkaran yang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah kelas persiapan.

Menampilkan data dalam diagram lingkaran cocok untuk data dalam bentuk kelompok atau nilai kuantitatif.

Diagram garis adalah yang tampak dalam bentuk garis, diambil dari beberapa rangkaian garis yang menghubungkan beberapa titik dalam bidang numerik.

Sajikan Data Pada Tabel Dalam Bentuk Diagram Batang!3. Sajikan Data Pada Tabel Dalam Bentuk

Penyajian data dalam grafik garis sering digunakan untuk menunjukkan bagaimana data bersifat kontinyu atau kontinyu.

Seperti halnya bagan garis, bagan garis memerlukan bagian atas datar dan garis lurus yang sejajar satu sama lain.

Gambaran pohon dimulai dari satu benda bisa dua atau lebih, kemudian tiap cabang dua atau lebih, dan seterusnya sehingga tampak seperti pohon yang berbatang dan bercabang banyak.

Menyajikan data dalam diagram pohon sering digunakan untuk membagi bagian-bagian detail menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, atau lebih kecil, lebih detail.

Penyajian Data Dalam Diagram: Jenis, Pembahasan, Contoh Soal

Sebenarnya sekilas penyajian data dalam bentuk piktogram terlihat sangat menarik. Namun, penggunaan piktogram sangat terbatas.

% siswa melakukan teater asing, mis. = 100% – (12% + 20% + 30% + 10% + 13%)

Diketahui bahwa terdapat informasi mengenai jumlah TV set yang terjual di Toko Elektronik Setiawan Putra setiap bulannya pada tahun 2006 sebagai berikut:

Demikian ulasan singkat kali ini yang dapat kami publikasikan. Kami harap ulasan di atas dapat Anda gunakan sebagai bahan kajian Anda Teks ini disediakan oleh Herman R. Suwarman, MT Untuk Kuliah Statistika, Jurusan Informatika, STT Statistika Bandung – Presentasi Data Konferensi 02

Statistika Deskriptif: Materi, Penyajian Data, Statistika Inferensia, Contoh

Tahun Nomor saham Harga A B harga total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1965 19, 1 315, 8 8, 3 234, 4 10, 8 81, 4 1966 22 . 9 Sumber: (1975) Sudjana, Metode Statistik, Tarsito Bandung

4 Tabel Kontingensi Digunakan untuk menganalisis data yang memiliki dua kelompok / dua jenis Memiliki ukuran b x k. yaitu, b baris dan k kolom terdiri dari jumlah bagian b dan jumlah bagian k

Jumlah siswa di provinsi pendidikan berjenis kelamin tahun 1970-an di SD SDA SLA SLA SLA SLA NAMA BERITA 6.790 6.790 6.

SISWA USIA 17 – 20 1.172 21 – 24 2.758 2.976 29 – 32 997 205 Jumlah 8.108

Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel

8 Diagram batang Paling akurat digunakan untuk data yang variabelnya adalah kelompok/karakteristik Tingkat sekolah Jumlah anak laki-laki Perempuan SD 875 687 1.562 SMP 512 507 1.019 ST 347 85 432 SMA 476 342 818 SMA 4782 788 SMP 875 687 1.562 SMP 512 507 1.019 ST 347 85 432 SMA 476 342 818 SMA 47816 8 SMP 512 562 SMP 342 818 SMA 476 342 818

Contoh: produksi lemak setiap tahun, jumlah penduduk setiap tahun, suhu tubuh setiap jam. Dan seterusnya. Garis horizontal melambangkan waktu. Garis vertikal mewakili jumlah data pada setiap titik waktu.

Contoh Grafik MENGGUNAKAN LABA A PADA JASA B (DALAM SATUAN) LABA TAHUN DIGUNAKAN 1961 376 1962 524 1963 412 1964 310 1965 268 1966 476 1967 314 4 6 619

Contoh Grafik PELAJARAN BISNIS A DAN B DALAM JUTA RUPI TAHUN A B 1966 25 12 1967 31 13 1968 35 15 1969 42 16 1970 46 19 1971 68 2081

Statistika Deskriptif I: Distribusi Frekuensi Dan Grafik

Nama tempat kerja Pendapatan operasional (dalam jutaan dolar) Persentase A 2 20% B 1,5 15% C 1,4 14% D 2,1 21% E F 1,6 16% TOTAL 10 100%

16 Plot pencar Digunakan untuk memplot data dengan dua variabel berbeda Plot dapat diplot dalam sumbu x dan grafik yang dihasilkan adalah kumpulan titik pencar.

18 Tugas-02, dikerjakan dalam spreadsheet (misalnya Excel) yang dikirimkan sebelum tanggal 2 April 2013 sampai dengan 1. Menurut Badan Pusat Statistik Jakarta, menurut hasil sensus tahun 1961, penduduk Indonesia masih hidup, kecuali untuk penduduk. di Irian Barat). Penduduk dibagi menurut umur (ages): 0-4; 5-9; 10-14; 15-19; 20-24; 25-34; 35-44; 45-54; 55-64; di atas 75; dan kelompok usia yang tidak diketahui. Untuk laki-laki, angka menurut umur adalah sebagai berikut :; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; dan wanita, uang ini :; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; dan Buat tabel yang sesuai untuk hal di atas! Cantumkan juga jumlah dan persentase untuk setiap kelompok umur yang diberikan. Buat diagram batang dan diagram lingkaran berdasarkan data dan persentase Anda!

19 Tugas-02, selesai dalam spreadsheet (seperti Excel) diserahkan paling lambat 2 April 2013 melalui 2. Perhatikan contoh yang menyertakan penjelasan (saat digunakan, aturan dan metode) yang memberikan data pada gambar berikut:

Mengenal Statistika Dan Diagram Penyajian Data

Agar situs web ini berfungsi, kami mengumpulkan informasi pengguna dan membaginya dengan pemroses. Untuk menggunakan situs web ini, Anda harus menyetujui Kebijakan Privasi kami, termasuk Kebijakan Cookie kami.

4 CROSS-TAB Cross-tab digunakan untuk mengumpulkan data berdasarkan dua kriteria atau lebih. Kombinasi dua variabel menunjukkan hubungan antara kedua variabel, jika dinyatakan dalam bentuk tabel, persilangan dapat dinyatakan sebagai berikut y1 Total y2 Total y1 y2 x1 x1y1 x1y2 Total x1 x2 x2y1 Total x2 Total y1 Total y2 Total xy

5 TABEL LINTAS Contoh Suatu penelitian yang berusaha untuk mengetahui hubungan konsumsi alkohol dengan anemia disajikan pada tabel di bawah ini, Tingkat konsumsi darah Tingkat anemia TOTAL Anemia Tidak ada anemia pada darah dalam tubuh 4 2 6 baik 5 7 13

6 TABEL SILANG Garis persentase digunakan ketika variabel independen ditempatkan di sebelah garis. Komponen ini digunakan ketika variabel independen ditempatkan di sebelah komponen. Rasio keseluruhan digunakan ketika tidak ada hubungan antara variabel independen dan variabel dependen atau ketika ada hubungan positif antara kedua variabel.

Pengumpulan Dan Pengolahan Data

Variabel bebas Variabel terikat ALL y1 y2 x1 x1y1/total x1 x1y2/total x1 Total % x1 x2 x2y1/total x2 Total % x2 Total y1/Total xy Total y2/Total xy 100%

Variabel Variabel Variabel ALL x1 x2 y1 y1x1/bilangan x1 y1x2/tingkat x2 Total y1/total y1/total y2 y2x1/total x1 y2x1/total x2 Total y2/Total xy Total % x1 Total % x2 100%

Variabel TOTAL x1 x2 y1 y1x1/semua xy y1x2/total xy Total y1/total xy y2 y2x1/total xy Total y2/total xy Total x1/total xy Total x2/total xy 100%

Tabel berikut menyajikan kajian penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi dengan keadaan anemia: 7 x 100% = 15,4% 5/7 x 100% = 38,5% 6/13 x 100% = 46,2 % 7 / 13 x 100% = 53,8%

Statistika Deskriptif: Penjelasan Lengkap Dan Jelas Beserta Contoh

Tabel distribusi frekuensi dibuat bila jumlah data yang akan disajikan sangat banyak, sehingga jika disajikan dalam tabel standar tidak efektif dan tidak konsisten.

Urutkan data dari yang terkecil hingga terbesar. Hitung jumlah skor (variabel) = tertinggi – terendah. Penentuan jumlah kelas menggunakan aturan Sturgess. Jumlah kelas = 1 + 3, 3 log n, n = jumlah data Tentukan panjang kelas = penjumlahan / jumlah kelas Tentukan batas bawah kelas pertama (ambil data terkecil) Tentukan panjang batas setiap kelas Hitung frekuensinya, yaitu jumlah anggota setiap kelompok kelas – setiap kali lebih sedikit.

Urutkan bilangan dari terkecil ke terbesar Terendah 10 dan tertinggi 50 Range= tertinggi – terendah Range= 50 – 10 = 40 Jumlah kelas= 1 + 3, 3 log 40 =  6 Lama waktu kelas = 40 6 = 6.67  7

Agar situs web ini berfungsi, kami mengumpulkan informasi pengguna dan membaginya dengan pemroses. Untuk menggunakan situs web ini, Anda harus menyetujui Kebijakan Privasi kami, termasuk kebijakan cookie Tampilan statistik sebagai tabel dan gambar – Tampilan data dan pembuatan laporan terperinci untuk tujuan analitik, dapat memberikan informasi yang bermakna dan mudah dipahami informasi.

Lengkap! Statistika Deskriptif

Tentang

Statistika penyajian data, penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, penyajian data dalam bentuk diagram, contoh penyajian data statistika, contoh soal penyajian data dalam bentuk tabel, contoh penyajian data dalam bentuk tabel, penyajian data dalam bentuk tabel, contoh penyajian data dalam bentuk diagram batang, bentuk penyajian data statistik, data dalam bentuk tabel, penyajian data statistika dalam bentuk tabel, penyajian data dalam bentuk tabel dan grafik

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button