Sejarah Kerajaan

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon – Sejarah Kesultanan Cirebon pernah terlihat di pulau-pulau. Kesultanan Cirebon adalah kerajaan Islam yang kuat yang muncul di wilayah Jawa Barat pada abad ke-15 dan ke-16.

Hal ini dikarenakan letak Kesultanan Cirebon berada di pesisir utara Pulau Jawa yang berbatasan dengan Jawa Tengah dan Jawa. Kesultanan Cirebon menjadi pelabuhan dan tempat bertemunya budaya Jawa dan Sunda sehingga terciptalah budaya yang unik yaitu budaya Cirebon.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Sebagai kerajaan yang pernah muncul di Nusantara, sejarah Kesultanan Cirebon patut untuk diketahui. Tidak terbatas pada proses pembentukan, tetapi juga tentang finishing, pembagian dan jatuh.

Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Raja Dan Peninggalannya

1358 (tahun Jawa) atau 1445 Masehi. Lambat laun, Dukuh menjadi desa yang banyak dikunjungi oleh para pendatang dari berbagai ras, agama, bahasa, tradisi, dan kehidupan sosial.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Menurut apa yang ditulis oleh Krishna Bayu Adji (2014: 132) nama Cirebon berasal dari kata abakerubani. Ini dapat bervariasi tergantung pada musim dan bercampur dengan imigran dari seluruh wilayah.

Selain itu, untuk nama Cheruban, beberapa peneliti mengatakan bahwa Cirebon berasal dari kata yang berarti nama warga Cherubani yang biasa menangkap ikan dan rebon (udang kecil) dan kemudian menjadi Cirebon.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Kerajaan Islam Di Indonesia

Dalam perkembangannya, desa Keruban atau Cirebon dipimpin oleh seorang kepala desa bernama Ki Gedeng Alang Alang. Wakilnya (Pangraksabumi) adalah Raden Wontungsang, putra Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglang (Subangkranjang), putri tak lain dari Kee Gedeng Tapa.

Sepeninggal Raden Wajuangsang, tahta Kesultanan Cirebon jatuh ke tangan Syarif Hidayatullah atau yang biasa kita kenal dengan keluarga Sunan Gunung.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Sunan Gunung Jati adalah anak dari Nyai Rara Santang (saudara Raden Wjuangsang) dan Maulana Sultan Muhammad Syarif Hidayatullah dari Mesir.

Sejarah Kesultanan Cirebon, Kerajaan Tersohor Di Bumi Nusantara

Krasna Bayu Adji (2014: 133) juga mengatakan, pada masa Raja Syarif Hidayatullah (Suku Sunang Gunung), nama Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Kasta Purva Panatep Panatgama Awlya Allah Katubid digunakan pada masa Khalifatul Rasulullah.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Sedangkan pada masa pemerintahan Syarif Hidayatullah, Kesultanan Cirebon mengalami masa-masa makmur. Namun, belakangan Kesultanan Cirebon berkembang, Syarif Hidayatullah meninggalkan istananya dan berdakwah di beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Majlengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kalapa dan Banten.

Ketika Cirebon mengalami krisis yang parah, Fatahillah (Fadillah Khan) naik tahta pada tahun 1568. Setelah berkuasa hanya dua tahun, Fatahillah meninggal. Jenazah Fathillah disemayamkan di samping makam Syarif Hidayatullah di kompleks Gunung Sembung di Jinem Astana.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Pdf) Perkembangan Morfologi Kota Cirebon Dari Masa Kerajaan Hingga Akhir Masa Kolonial

Sedangkan Kesultanan Cirebon diperintah oleh Sultan Anom IV (1798-1803). Saat itu, salah satu putra Sultan Anom IV ingin bercerai. Selain itu, ia juga mendirikan Kesultanan sendiri yang disebut Kesultanan Kasirebonan.

Putra Sultan Anom IV itu membidik dukungan pemerintah kolonial Jerman. Berdasarkan besluit (keputusan) Gubernur Jenderal Hindia Belanda, putra Sultan Anom IV diangkat menjadi Sultan Kesirebonn pada tahun 1807. Sejak saat itu, ada penguasa lain di Kesultanan Cirebon, bernama Cirebon. Dinasti tersebut terpisah dari Solomanate of Kanoman.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Setelah peristiwa ini, posisi pemerintah kolonial Belanda memperkuat pengaruh politiknya di Kesultanan Cirebon. Akibatnya, Kesultanan Cirebon semakin menghadapi masa kemunduran. Pasang surut Kesultanan Cirebon terjadi pada tahun 1906–1926. Sahabat, mungkin pernah mendengar tentang Sunan Gunung? Bagi yang belum tahu, keluarga Sunan Gunung merupakan salah satu dari 9 Wali Songo yang dikenal menyebarkan ajaran Islam di kepulauan tersebut dan menandai awal sejarah Kerajaan Cirebon.

Tahun Baru Islam Diperingati Dengan Pembacaan Babad Cirebon Di Keraton Kanoman

Nah, sejarah Kesultanan Cirebon, jelas erat kaitannya dengan keluarga Sunan Gunung dan penyebaran Islam di Jawa Barat, karena banyak yang mengatakan bahwa Kerajaan Cirebon adalah kerajaan Islam pertama di Jawa Barat.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Kesultanan Cirebon atau Kesultanan Cirebon (Sunda) adalah sebuah kerajaan Islam yang berdiri di Cirebon, Jawa Barat pada abad ke-15.

Sejarah Kerajaan Cirebon Dikisahkan bahwa Sunan Gunung Jati mendirikan Cirebon setelah membebaskannya dari Kerajaan Pajajaran. Kesultanan Cirebon telah lama dikenal sebagai hub penting yang menghubungkan jalur perdagangan antar pulau.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Sejarah Pelabuhan Cirebon

Selain itu, Kota Cirebon merupakan penghubung antara budaya Jawa Barat (Sunda) dengan budaya Jawa. Menurut jenis integrasi budaya antara budaya Sunda dan Jawa di Cirebon.

Hal ini juga terlihat pada kerajaan Benten yang memiliki percampuran budaya yang kuat antara bahasa Jawa dan Sunda, sehingga muncul bahasa Jawa Serang.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Menurut Babad Tanah Sunda dan naskah Keruban Nagari Carita Purwaka, sejarah Kesultanan Cirebon berasal dari kata Keruban (campuran) karena Cirebon awalnya adalah sebuah desa kecil yang didirikan oleh Ki Gedeng Tapa, kemudian karena letaknya berubah. . a Menjadi kota persinggahan dan kota pelabuhan. Orang-orang berbaur di sana.

Peninggalan Kesultanan Cirebon Paling Bersejarah Lengkap Dengan Penjelasan

Namun ada teori lain tentang nama Cirebon. Menurut teori ini, nama Cirebon berasal dari bahasa Sunda untuk udang kecil, yaitu rebon, dan Cirebon, kota pelabuhan yang menghasilkan udang, sehingga disebut kai rebon (air kecil). .

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Hingga saat ini, ibu kota Kesultanan Cirebon terletak di dekat kota Cirebon di pantai utara Jawa. Sejak abad ke-16, kota ini berkembang menjadi pusat utama perdagangan dan niaga serta pusat pembelajaran Islam.

Namun pada tahun 1677, Keraton Kesultanan Cirebon terbagi menjadi 3, hingga tahun 1807 Kesultanan Cirebon terbagi menjadi empat. Saat ini terdapat tiga keraton Kesultanan Cirebon, yaitu Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kasirebonan dan Kaprabonan.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Kerajaan Islam Di Indonesia Dan Peninggalannya

Menurut teori yang diberikan oleh Sulendaningrat tentang Babad Tanah Sunda dan Kerita Purwaka Karuban Nagari, Cirebon adalah sebuah desa kecil (dusun) yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa.

Dikenal sebagai Ki Gedeng Tapa atau Ki Gedeng Jumajan, ia mendirikan Cirebon pada 1 Syura tahun 1358 Saka atas perintah Raja Sunda Galuh.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Cirebon dinilai memiliki lokasi yang menjanjikan dan dapat berkembang sebagai kota pelabuhan yang dapat menarik para pedagang baik pedagang Muslim, Arab maupun Tionghoa.

Jual Araska Publisher

Kekuasaan kota Cirebon melewati Pangeran Kakrabuana atau Pangeran Wontungsang, putra pertama Prabu Siliwangi dari Nayi Subang Larang. Nyi Subang Larang adalah putri Ki Gedeng Tapa.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Cirebon mulai berkembang pada masa pemerintahan Syarif Hidayatullah atau yang kita kenal dengan kasta Sunan Gunung.

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah anak dari Nyai Rara Santang (saudara Pangeran Kakrabuana) dan Maulana Sultan Muhammad Syarif Hidayatullah dari Mesir. Sebelum memerintah Cirebon, keluarga Sunan Gunung belajar Islam di luar negeri dan berguru kepada Sunan Ampel di Jawa Tengah.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Peninggalan Kerajaan Cirebon, Pendirinya Keturunan Siliwangi

Sebagai salah satu wali, keluarga Sunan Gunung ikut menyebarkan agama Islam di Majlengka, Kuningan, Kawali, Sunda Kelapa, Banten. Dia menghapus kekuasaan kerajaan Pajajaran.

Pada tahun 1482, keluarga Sunan Gunung mengirimkan surat kepada kakeknya Raja Siliwangi, yang menyatakan bahwa Cirebon menolak membayar upeti kepada Kesultanan Sunda Galuh.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Padahal sebelumnya pangeran Kakra Buana selalu memberikan upeti. Oleh karena itu, dalam penolakan inilah Sarif Hidayatullah atau Sunan Gunung dari sukunya mendeklarasikan kemerdekaan Cirebon dari Pajajaran atau Sunda Galuh.

Keraton Kasepuhan Kota Cirebon

Proklamasi kemerdekaan Cirebon ditandai dengan Chandrasengkala Dwa Dasi Sukla Paka Setra Masa Sahasra Patangtus Papat Ikang Saka Kala ditetapkan sebagai hari jadi kota Cirebon dan kawan-kawan yang selalu diperingati.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Akhirnya Sayarif Hidayatullah memutuskan untuk melepaskan diri dari kerajaan Sunda Galuh dan merdeka. Ia juga menolak membayar upeti kepada Prabu Siliwangi dalam bentuk garam dan terasi.

Sejak saat itulah kerajaan Cirebon lahir. Proklamasi kemerdekaan Cirebon bertepatan dengan 12 Syafar 887 Hijriah atau 2 April 1482 M atau hari jadi kota Cirebon modern.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Tempat Wisata Sejarah Peninggalan Kerajaan Cirebon

Setelah Cirebon merdeka dari Sunda Galuh, Fatahilla mulai menamainya. Saat itu Prabu Siliwangi sangat marah sehingga mengutus Tumenggung Jagabaya dan pasukannya untuk menyerang dan menuntut Cirebon kembali menguasai Sunda Galuh.

Namun sesampainya di Cirebon, Tumenggung Jagabaya dan pasukannya masuk Islam dan memutuskan untuk tetap tinggal di Cirebon dan setia kepada suku Sunan Gunung.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Hingga pada akhirnya kabar persekutuan Portugis-Sunda tahun 1522 diketahui suku Sunan Gunung. Dia menyuruh para pengikutnya untuk mengirim pasukan ke daerah Banten, kemudian Kesultanan Demak.

Geger Perebutan Takhta Kesultanan Kasepuhan Cirebon

Saat itu Fathillah yang berasal dari Kerajaan Samudra Pasai diutus Demak sebagai panglima pasukan untuk menaklukkan Sunda Kelapa dan Banten Pajajaran.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Dia kemudian pergi bersama Pangeran Hasnudin (putra keluarga Sunan Gunung) untuk memimpin ekspedisi militer melawan armada Portugis yang mencapai pantai Sunda Kelapa pada tahun 1527 dan merebut Sunda Kelapa dan Banten Sunda Galuh/Pajajaran.

Pelabuhan Sunda Kalapa saat itu dikenal sebagai pelabuhan utama Pajajaran sejak abad ke 12. Pelabuhan ini menjadi tempat para pedagang asing dan lokal.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Kerajaan Demak — Sumber Sejarah, Raja, Dan Peninggalan

Setelah misi itu terlaksana, keluarga Sunan Gunung melantik putranya Hasnudin sebagai raja di Banten dan mendirikan Kesultanan Banten.

Dia digantikan oleh Fatahillah, meskipun pemerintahan Fatahillah hanya berlangsung 2 tahun, sebelum dia meninggal.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Dan itulah sejarah Kesultanan Cirebon, semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Simak di artikel menarik lainnya. Kesultanan Cirebon adalah kesultanan Islam yang kuat di Jawa Barat pada abad 15 – 16, dan merupakan titik penting dalam jalur perdagangan antar pulau dan jalur pelayaran ke Indonesia. Kesultanan Cirebon terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Budaya Cirebon tidak didominasi oleh budaya Jawa karena kerajaan Cirebon memiliki budaya campuran, yaitu antara Jawa dan Sunda.

Candi Bentar, Simbol Keakraban Kesultanan Demak Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon atau Keraton Pakungwati, dibangun pada tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana atau biasa dikenal dengan Mbah Kuwu Cerbon, kemudian disebut Pangeran Cakrabuana disebut Keraton Pakungwati, karena nama Dalem Agung Pakungwati, karena kecintaan Pangeran Cakrabuana kepada putrinya. nama Ratu Ayu sudah matang. Keraton Kasepuhan Cirebon juga merupakan salah satu keraton Islam tertua di Cirebon.

Sejarah Kerajaan Islam Cirebon

Nyamas Pakungwati menikah dengan sepupunya Syarif Hidayatullah, Syarif.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button